Perihal Password…
Posted by Ocehanburung on 2 May 2011
Posted in Tak Berkategori | 30 Comments »
Posted by Ocehanburung on 16 May 2012
Saya beranggapan, bahwa pada saat ini Kata “Lebay” adalah kata yang sangat cocok untuk menggambarkan sikap orang terhadap sesuatu yang sedang terjadi.
Contoh :
1. Soal Artis Syahrini, saya menganggap kita dan media sudah terlalu lebay mengeksplorenya, apa gunanya meributkan si “bubu” Syahrini yang sama sekali tidak ada manfaatnya untuk kita… Lebay… syahrini terlalu lebay dengan pacarnya dan kita terlalu lebay meresponnya.
2. Soal Tragedi Sukhoi, saya menyadari sepenuhnya bahwa tragedy ini adalah tragedy yang sangat layak untuk di Prihatinkan dan di belasungkawakan dengan sedalam-dalamnya, namun jangan sampai penelusuran kasus ini jadi terlalu lebay dan melebar kemana-mana, bahkan sampai sisi mistis, leluhur, soal tetek bengek pesawat dan dari semua sisi yang padahal kaitannya degnan kecelakaanpun sangat kecil… Saya harap kita juga tidak menjadi terlalu lebay dalam hal ini.
3. Soal Pilkada Jakarta, Menarik simpati kepda calon pemilih memang perlu, tapi tolnog jangan sampai merugikan pihak lain, sama membaca, sudah banyak berita yang tergolong black Campaign yang berembus dari satu kubu ke kubu lainnya, sampai-sampai menyampaikan sesuatu yang sangat jauh kolerasinya dengan sola kepemimpinan dan bahkan menyerempet SARA. Saya juga mohon jangan terlalu lebay mengeksplorasi diri dan jangan terlalu lebay untuk menarik simpati Masyarakat.
Masih banyak hal lain yang pada kenyataannya kita jadi terlalu lebay dalam menanggapi dikarenakan pemberitaan yang terlalu lebay untuk hal tersebut. entah mengapa, apakah karena memang rakyat Indonesia yang tidak bisa lepas kehidupan sehariannya dari gossip atau membicarakan orang lain menjadi dimanfaatkan untuk mengeksploitasi sesautu dan juga untuk menutup sesuatu… entahlah…
Saran saya…mengutip syair grup T2..
PLEASE DEH JANGAN LEBAY….
Biasa aja dan bijaklah….
Posted in Tak Berkategori | Tagged: Lebay | 4 Comments »
Posted by Ocehanburung on 14 May 2012
Entah mengapa, sejak masuk nama Irshad Manji masuk kedalam koran tempo dengan pemikiran liberalnya, saya jadi tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang beliau. Namun setelah membaca pada salah satu postingan di kompasiana yang memuat kutipan-kutipan tulisannya di salah satu bukunya. Dan niat kuatnya untuk me”reformasi” Al-Quran (Soal reformasi Al-quran, kalau tidak salah juga pernah disinggung oleh Pak Ulil Abshar). Buat saya ini pemikiran yang sudah terlalu lebay…
Dan berikut adalah pemahaman saya, yang saya dapat dari seseorang kawan yang bukan seorang ustad ataupun ulama dan bukan ahli fikih atau semacamnya, namun jawabannya mampu membuat setiap pertanyaan saya soal beberapa ayat yang menurut saya janggal yang ada dalam kitab suci saya Al-quran.
Saya pernah bertanya-tanya soal beberapa ayat Al-quran. diantaranya :
1. Mengapa dalam Quran ada ayat soal budak ??
2. Mengapa Poligami sering jadi senjata ??
3. Mengapa Jihad seringkali Identik dengan kekerasan ??
4. Jika memang ayat-ayat tersebut memicu ke Ambiguan, kenapa tidak dihapus saja ??
Dan inilah jawaban kawan saya soal semua hal yang menurut saya janggal dalam Alquran.
“Pada dasarnya, setiap masalah yang muncul di kehidupan itu hanyalah pengulangan dari masalah yang sudah ada. Dalam arti, setiap masalah sebenarnya sama saja, hanya Chasingnya saja yang berbeda. Dan semua jawaban masalah sudah ada di dalam Alquran, itulah mengapa Alquran bisa menjadi satu-satunya rujukan untuk memecahkan setiap masalah.
Hal inilah yang menyebabkan seolah banyak pernyataan dalam alquran yang terkesan aneh dan tidak biasa, namun itu semua tidak lain adalah merupakan jawaban yang Alquran miliki untuk suatu masalah dimasa lalu, yang saat ini kejadian persoalannya belum kita temui.
Jadi jika ada ayat Alquran yang seolah tidak lagi “berguna” atau ”Aneh” untuk jaman saat ini, janganlah kita merubah Alquran, namun bijaklah, biarkan ayat itu, karena suatu saat jika kejadian yang sama berulang pada saat ini, kita sudah memiliki jawabannya dalam Kitab Suci kita… Alquran…”
Dari uraian diatas, saya jadi memahami, mengapa Alquran bisa menjadi kitab suci yang lintas zaman, karena isinya yang Universal untuk menuntaskan setiap masalah yang ada. Baik permasalahan yang sudah ada maupun masalah yang belum ada dan masalah yang akan terjadi.
Hal itu juga yang membuat pernyataan dalam Al-quran soal ”Budak” tidak lagi begitu memusingkan kepala saya mengapa Al-Quran menyediakan pernyataan itu untuk kita. Terus terang, untuk saat ini memang pernyataan soal itu sangat tidak bisa masuk kedalam kepala kita yang sangat menjunjung tinggi persamaan hak, saling mengasihi dan menghargai setiap pendapat dan manusia. Maka jalan terbaiknya adalah.. Biarkan saja ayat tersebut disana tanpa kita wajib mengamalkannya. Namun biarkan dia disana jangan dihilangkan, karena suatu saat mungkin saja kita membutuhkannya dengan kondisi dan situasi tertentu.
Dalam hal ini saya jadi teringat oleh kebiasaan ayah saya yang sangat jarang membuang sesuatu yang sebenarnya sudah bisa dibilang sudah tidak berguna, beliau lebih suka mengumpulkannya, seperti kancing-kancing bekas, korek gas yang sudah habis, baut dan mur bekas. Pakaian lama, buku tua, dan lain-lainnya, dia selalu simpan pada tempat yang baik dan dirawat tanpa memikirkan untuk apa nanti karena beliau yakin suatu saat pasti ada gunanya. Dan benar saja, tidak jarang ibu, saya dan kakak-kakak saya membutuhkan kembali barang tersebut untuk sesuatu.
Bapak saya selalu bilang…
”Jangan dibuang… Karena mungkin saja suatu saat nanti kita kembali membutuhkannya…”
Kalimat yang ternyata sangat dalam artinya bagi saya untuk saat ini…
Semoga Mba Irshad Manji membaca ini dan bisa mencerahkan… Saya suka dengan kritisnya anda dan Kita boleh saja kritis akan sesuatu tapi Pleaseee…. Jangan terlalu LEBAY… Bijaklah…
Sumber gambar : Google
Posted in Tak Berkategori | Tagged: Irshad Manji, islam, reformasi kebablasan, ulil abshar abdala | 1 Comment »
Posted by Ocehanburung on 11 May 2012
Membaca Koran tempo beberapa hari ini yang membahas cukup dalam tentang tragedi Sukhoi dan memberikan 3 kemungkinan apa penyebab dari lenyapnya sinyal Sukhoi karena kecelakaan. Membuat saya juga ingin menambahkan kemungkinan tersebut.
Satu hal yang mengganjal dikepala saya, ketika pada ketinggian 10 ribu lalu diizinkan turun hingga 6 ribu padahal tinggi gunung salak sektiar 7 ribu.
Ada kemungkinan izin untuk turun ke 6 ribu dikarenakan hal berikut :
Karena pada saat tersebut adalah saat dimana kesempatan pesawat Sukhoi untuk ”memamerkan” kemampuannya. Karena memang itu adalah waktu dimana para calon pembeli dan media berkumpul. Kemungkinan, mungkin memang pesawat turun lebih rendah dari tinggi gunung salak karena ingin melakukan manuver dan mungkin mencoba salah satu peralatan Sukhoi yang katanya bisa mendeteksi gangguan di depannya, seperti awan tebal, dinding seperti gunung dan lain-lain.
Saya berasumsi, kemungkinan pada saat percobaan untuk mendemokan alat detektor canggih inilah, tragedi ini terjadi. Entah dikarenakan apa dari hal-hal berikut ini :
Dan itulah analisa saya mengenai kejadian ini. Dari hasil membaca koran dan menonton televisi perihal kejadian ini.
Tidak lupa saya mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga mereka semua mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. Amiiiiin…
”Karena kapanpun orang terdekat dan kita pergi, kita harus siap dengan segala yang dia atau kita tinggalkan…”
sumber gambar : Detik.com
Posted in Tak Berkategori | Tagged: dirgantara, gunung salak, tragedi Sukhoi | 5 Comments »
Posted by Ocehanburung on 8 May 2012
Saya penasaran tentang kata Riba yang menurut saya selama ini saya mendapatkan definisinya secara simpang siur. Dan saya mencoba untuk menulis tentang pengertian Riba menurut perspektif saya.
Akhirnya Setelah saya baca beberapa lama lewat google tentang Definisi Riba dari berbagai website.
Sepertinya penekanan sesuatu itu termasuk Riba hanya satu. Yaitu :
“Kita tidak boleh melebihkan dari sesuatu yang kita pinjamkan, sekecil apapun kita berusaha untuk melebihkan itu.. itu termasuk Riba”
Contoh : Ketika kita memberikan pinjaman 1000 Rupiah, maka yang menjadi hak lo adalah yang 1000 rupiah tersebut. dan kita tidak boleh meminta lebih dari 1000 rupiah walaupun hanya 1 rupiah saja.
Posted in Tak Berkategori | Tagged: pengertian riba, Riba, sistem syariah | 20 Comments »
Posted by Ocehanburung on 7 May 2012
Saya bukan tidak suka Amerika, malah saya termasuk pecinta film barat dari film-film karya negara paman sam tersebut. Imajinasi filmnya yang tanpa batas, seringkali membuat pemikiran baru dalam kepala saya. Out of the Box dan selalu saja membuat decak kagum.
Namun itu hanya sebatas film, dan sudah bukan rahasia lagi, kalau memang Amerika seringkali menggunakan Hollywood untuk membantu membangun citra baik dari negaranya yang aslinya banyak yang bilang, tidak seperti di filmnya.
Posted in Tak Berkategori | Tagged: amerika, cinta indonesia, indonesia | 1 Comment »
Posted by Ocehanburung on 25 April 2012
Saya tidak atau apakah sebutan yang tepat untuk tulisan ini, apakah sanjungan, curhat colongan, tumpahan isi hati ataukah sekedar gombalan picisan… yang jelas apa yang saya tuliskan ini adalah apa yang saya rasakan dan sampai saat ini saya belum menemukan kalimat-kalimat yang pas untuk mengungkapkannya kedalam tulisan. Saya tidak tau mengapa saya begitu sulit untuk mengungkapkan perasaan ini, mungkin karena kebuntuan pengetahuan saya tentang kata yang cukup agung untuk membentuk kalimat dan menterjemahkan dari setiap sikap yang beliau bentuk.
Posted in Tak Berkategori | Tagged: BloggerKartinian, Hari kartini | 3 Comments »
Posted by Ocehanburung on 17 April 2012
Entah kenapa, beberapa tahun terakhir ini Ujian nasional seolah jadi issue langganan yang tidak pernah selesai, entah dari sisi objektifitasnya, sisi kepentingannya, dan sisi perlu atau tidaknya sebuah ujian nasional untuk faktor super penting dalam penentuan “pintar”/lulus atau tidaknya seorang siswa sekolah.
Ingin saya tuliskan sedikit tentang isu ujian nasional ini, bahwa isu ujian nasional sangat rentan menjadi objek berita pengalih perhatian masyarakat dari berbagai masalah yang lebih penting dinegeri ini. Saya Cuma menghimbau untuk kita semua agar aware dari potensi itu, karena memang isu UN ini terkesan lebih besar dari sebenarnya.
Posted in Tak Berkategori | 1 Comment »
Posted by Ocehanburung on 11 April 2012
Kisah ini adalah curhatan kawan saya atas apa yang dia dapatkan dari yang dia inginkan sejak lama.
“Kris gue diangkat!!!” Kata dia dengan tanda seru tiga di pesannya.
”Wah… Keren donk, selamat ya… akhirnya…” balas saya.
”Iya Kris, Makasih, ini berkat doa pacar gue kayanya…” Balas dia lagi.
”Wah hebat tuh doa pacarnya…” Jawab saya.
”Iya sih, tapi kayanya doa do’i gue kurang lengkap kris, agak salah…” Tulis dia dengan smiley sedih.
”Lho kenapa ??” Balas saya.
Posted in Tak Berkategori | 7 Comments »
Posted by Ocehanburung on 4 April 2012
Sudah menjadi hal yang wajar ketika selalu saja ada yang di untungkan dalam setiap kejadian, baik itu kejadian buruk maupun kejadian baik.
Dan hal itulah yang saat ini sedang terjadi pada kejadian yang menimpa salah satu Wamen kita, Denny Indrayana.
Magsud hati untuk membersihkan negeri ini dari Bahaya Laten Narkoba, entah karena terlalu terlena dengan setiap aksi ”Dadakan”nya ataukah memang sedang terkena apes atau jika ingin lebih lembut lagi, sedang mendapat ujian dari segala aksi ”heroik”nya.
Posted in Tak Berkategori | Tagged: denny indrayana, narkoba, Pukul sipir | 10 Comments »
Posted by Ocehanburung on 28 March 2012
Masih teringat bagaimana Mahasiswa “menculik” Presiden pertama kita dan menuntut agar deklarasi kemerdekaan kita dipercepat…
Masih teringat, bagaimana tahun 1966, Mahasiswa bergerak kembali untuk melakukan perubahan…
Tidak bisa saya lupakan tahun 1998, Mahasiswa menduduki gedung wakil rakyat dan berhasil menggulirkan reformasi…
Mahasiswa pada waktu itu adalah Motor penggerak perubahan yang mampu mengubah sejarah bangsa dengan idealisme, optimisme, dan semangat mdua yang menyala kuat.
Posted in Tak Berkategori | Tagged: demo, Reformasi | 14 Comments »