Marwah Daud dan Fenomena Keyakinan

5 Oct 2016

Marwah Daud dan Fenomena Keyakinan

 

Terus terang saya begitu shock dengan semua yang marwah Daud katakan perihal Taat Pribadi, Seorang Marwah daud yang terkenal terpelajar dan Ilmiah, bisa begitu yakinnya dengan apa yang dilakukan oleh Taat Pribadi adalah nyata adanya. Berbagai bukti yang menurut Marwah bisa membantu yang lain untuk bisa menjadi seyakin dia, dia keluarkan, dari Video, contoh uang yang dihasilkan, sampai pada Foto-foto yang menunjukkan banyakanya uang yang ada ditempat tersebut dan dia saksikan sendiri dengan mata kepalanya.

 

Saya tidak akan sebegitu “galau”nya sampai menuliskan tentang ini di blog jika yang bicara tersebut bukanlah Marwah Daud, lain halnya jika yang bicara dengan segala bukti yang ada itu adalah Permadi, mungkin saya tidak akan ambil pusing, tapi Marwah Daud, lulusan London, bisa sampai begitu yakin dan tegasnya bahwa Taat Pribadi adalah seorang yang diberi kelebihan untuk bisa mengeluarkan bangsa ini dari keterpurukan finansialnya. Begitu  kira-kira yang saya ambil dari pemaparan beliau tentang pembelaannya untuk Taat Pribadi atau yang dikenal orang Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang konon mampu “Mengadakan” uang tersebut.

 

Baiklah, saya tidak mau panjang lebar membahas soal Marwah Daud dengan segala alasan mengapa dia meyakini Taat benar-benar bisa melakukan itu, entah itu alasan Ilmiah ataupun kutipan-kutipan dari kitab suci yang dia ambil untuk memperkuat argumennya. Tapi dengan peristiwa ini saya jadi berfikir dan semakin yakin bahwa,

 

“jika kita telah mempercayai sesuatu apalagi kita sudah merasa melihat dengan mata kepala sendiri apa yang kita yakini, maka tidak ada yang bisa menggoyahkan itu walaupun seluruh dunia menganggapnya aneh atau tidak wajar…”

 

Saya sendiri tidak tau apa yang terjadi pada Marwah Daud sampai dia bisa ketitik Keyakinan sedemikian rupa terhadap Taat Pribadi, entah apa yang memicu dia untuk tidak lagi mengutamakan dan mendengarkan pendapat orang lain mengenai Taat agar apa yang dia yakini bisa kembali dia Pertimbangkan, tapi saya yakin bahwa Jika memang keyakinan sudah sedemikian mantapnya, maka apapun akan berhasil ditolak.

 

Dengan kasus diatas setidaknya kita bisa belajar, bahwa jika keyakinan kita pada sesuatu sudah mencapai puncak tidak wajarnya, maka kebenaran “yang umum dan wajar” akan menjadi tidak berarti bagi kita karena keyakinan kita sudah bisa dibilang “over Dosis” sehingga akan menjadi selalu tampak menjadi benar apapun yang dilakukan oleh seseorang atau benda yang kita yakini dan akan langsung menolak dengan kuat atau menampik dengan tegas segala sesuatu yang bertentangan dengan kita. Itulah yang akan terjadi jika keyakinan pada selain Kuasa Tuhan sudah begitu menguasai akal sehat kita.

 

Saya tidak mengatakan bahwa Marwah Daudmenjadi tidak waras akan semua keyakinan dia atas Taat pribadi karena kita tidak akan pernah bisa tau apa yang Marwah alami sehingga dia bisa sedemikain yakinnya akan hal itu, tapi kita juga tidak bisa memungkiri bahwa untuk orang seperti saya, orang yang hanya bisa menilai Taat Pribadi lewat Social media, Youtube dan berita yang memang mungkin benar jika dianggap tidak imbang oleh apra pendukung Taat pribadi, maka keyakinan Marwah Daud akan menjadi sangat aneh dan membingungkan kita semua.

 

“Kok dia bisa ya percaya sampai segitunya ama orang kaya gitu dan apa yang dia lakukan?? Narik uang dari dimensi laen brooo…. Anda sehat???…” begitulah kira-kira yang meluncur di benak kita pada Marwah Daud. Dan Marwah Daud harus bisa menerima dan siap akan menerima “ce’emohan” seperti itu untuk dirinya.

 

Nah…

 

Sadarkah kita bahwa sebetulnya beberapa dari kita tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada Marwah Daud ketika kita sudah meyakini akan sesuatu??

 

Ga usah jauh-jauhlah Contohnya,

 

Sebagian dari anda sudah yakin bahwa Ahok adalah yang terbaik, sehingga tidak ada yang mampu menggoyahkan keyakinan anda walau berbagai bukti disodorkan tentang “ketidak Baikkan”nya.

 

Dan sebaliknya, sebagian dari anda yang sudah sangat yakin bahwa Ahok itu tidak baik, walau berbagai macam bukti juga disodorkan ke depan anda.

 

Itulah yang terjadi jika kita terlalu mengutamakan AKAL kita untuk menyimpulkan apa yang harus kita yakini. Oleh karena itulah kita juga butuh IMAN untuk bisa menyempurnakan KEYAKINAN kita.

 

AKAL dan IMAN akan membuat KEYAKINAN anda sampai pada titik SEMPURNA.

 

So bagi anda pemuja LOGIKA tanpa IMAN  dalam memperoleh keyakinan. Pulanglah ke jalan yang benar.

 

Salam ocehanburung.

 

tulisan ini jugas saya Posting di Blog saya di ocehanburungdotcom

 

sumber gambar : Google


TAGS Taat Pribadi Marwah Daud Dimas Kanjeng Dimas kanjeng taat Rpibadi Pengadaan uang pengadaan penggandaan


-

Author

Search

Recent Post