• 26

    Feb

    12 Tahun

    Aku berada disini lagi, tempat yang seharusnya sudah aku yakini bisa menyimpan semua sakit hati yang pernah aku rasakan. Entah sudah berapa kali dia mematahkan hati ini dan setiap kali itu juga, aku seolah makin tidak dapat melupakannya. Aku duduk di bangku yang sama, yang katanya bangku favorit kita, yaitu sebuah spot yang mungkin bagi sebagian orang telah cocok untuk dikatakan sebagai bangku sial, karena di bangku ini hal menyakitkan itu selalu saja terjadi. Entah sudah berapa kali aku berjanji untuk tidak menemuinya lagi. Tapi selalu saja janji itu teringkari dan selalu saja dia tidak pernah menolakku ketika aku ingin bertemu dengannya yang jelas-jelas itu mengingkari janjiku sendiri. Jangan kalian kira aku tidak menghitungnya, ini adalah ke 12 kalinya aku kembali mengingkari janjiku
    Read More
  • 5

    Feb

    Aku dan wanita manis itu (Part 15B)

    Mataku belum juga bisa aku pejamkan. Jam di lenganku sudah menunjukkan pukul 2 dini hari dan keretaku esok berangkat pukul 7 pagi. Aku sengaja memilih pagi karena aku ingin cepat-cepat meninggalkan kota ini. Tapi saat ini entah mengapa, jadi menyesalinya. “Dia pembohong kris… dia bohong padamu… jangan kau dengarkan semua kata-katanya lagi… sudahlah.. lupakan dan tinggalkan… rachma, dewi, diana, sinta… menunggumu dengan tubuh sintalnya didepan sana… lupakan Dara…” kata ku sendiri pada diriku. Sudah belasan miskol ada disana dari dara, dan belasan pesan yang dia kirim untuk meminta bertemu denganku lagi hanya untuk menjelaskan semuanya. “Apa lagi yang ingin kau jelaskan… bukankah 5 tahun sudah cukup jelas bahwa kau tidak me
    Read More
  • 2

    Feb

    Aku dan wanita manis itu (Part 16 Tamat)

    Aku menuju sudut di stasiun itu, waktu itu masih pukul 5.30. Setengah jam lebih cepat dari janjiku pada dara. Aku terdiam ketika aku memandang kesana. Dara sudah ada. Dia memandangku, baju yang dia kenakan masih sama dengan pakaiannya kemarin. Dia tersenyum dan aku melangkah pelan menuju tempatnya. “Kau…” kataku terpotong karena dara segera memelukku kuat. “Maafkan aku kris… maafkan…” kata dia dalam pelukan eratnya. Aku masih diam. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan pada wanita manis yang satu ini. Sakit hatiku yang aku coba kikis selama 5 tahun, benar-benar bisa hilang hanya dengan pelukan erat dan aroma tubuhnya. Akhirnya aku menjatuhkan ranselku dan membalas pelukannya. Aku mengelus halus kepala dara yang bersandar penuh di dada kanan
    Read More
  • 27

    Jan

    Aku dan wanita manis itu (Part 15)

    Kuinjakkan kakiku di stasiun ini lagi, stasiun dimana semua kenangan pahit itu bermula dan dimana kenangan itu ingin kutinggalkan. Tapi nyatanya hari ini, siang ini, aku kembali lagi memandang sudut ruang itu. Sudut yang pernah menemaniku ber jam-jam dalam ketidakpastian menunggunya. Sudut itu tidak berubah, minimarket itu masih ada, hanya cat dan penerangannya saja yang terlihat lebih segar. Aku tidak mau berlama-lama disana dan segera melangkahkan kakiku menuju tempat dimana bisa ku temukan taksi menuju hotel tempatku menginap. “Holiday inn kemayoran pak…” kataku menyebutkan tujuanku. Dan taksiku menyusuri kota yang yang telah 5 tahun aku tinggalkan. Aku merogoh hp ku. Ada beberapa pesan disana dari beberapa modelku yang mempersilahkan jika lau ingin bermalam di apart
    Read More
  • 27

    Jan

    Aku dan wanita manis itu (Part 14)

    “Kris… kris… kita ketiban durian runtuh…” kata Darma dengan girangnya menuju ruanganku yang tidak pernah rapi. Aku memutar bangkuku. Dan menoleh padanya. Darma adalah kawanku yang mendirikan studio ini, aku mengenal dia dari perkawanan media sosial disalah satu grup fotografi. Orangnya yang cuek dan bebas semaunya, membuat darma sulit sekali untuk bisa bekerja kantoran. Kekayaan orang tuanyalah yang awalnya memberikan modalnya untuk usaha dibidang yang buat sebagian orang tidak murah ini. Tapi itu dulu, sekarang darma sudah berubah. Istri dan 2 anaknyalah yang membuatnya berubah 180 derajat dari sifatnya yang dulu. Setelah menikah dan berhaji, darma sudah menjelma menjadi darma yang soleh dan taat pada ajaran agamanya. Semua masa lalu kebebasannya dia tingg
    Read More
  • 27

    Jan

    Aku dan wanita manis itu (Part 12)

    Studio foto yang terletak disamping salah satu universitas terkenal di semarang itu tidak pernah sepi. Bahkan disaat wisuda datang, para mahasiswa dan mahasiswi rela untuk mengantri berjam-jam untuk difoto disana. Seperti hari ini, aku masih sibuk dengan mengatur pose serta menyeting kamera serta pencahayaan beberapa mahasiswi yang katanya dia ingin difoto untuk di kirimkan ke agency model. “Okeee… tahan posisinya ya mba… siap… satu… dua… tiga…” kataku dibarengi dengan suara klik dan kilatan cahaya. “Oke… next…” kataku lagi dan menjatuhkan diri dikursi dudukku. Karena ini entah konsumen keberapa hari itu. “Mmmm.. mas… ” tiba-tiba ada yang menegurku. Dan aku menoleh. “Ya…” kataku
    Read More
  • 27

    Jan

    Aku dan wanita manis itu (Part 11)

    Ini adalah hari pertama dara masuk kantor setelah bulan madunya ke belanda. “Aduuuuuhhh… yang abis perang melawan belandaaa…” kata vina ketika dara sampai depan mejanya. Dara tersenyum… “Sumpah gue rindu banget ama elo vin…” kata dara dan langsung memeluk vina. “Gimana holland ra??? Gimana pertempurannya?? ” tanya vina lagi. “Holland okee… dan pertempurannya… mmmm.. sangat seruuu…” kata dara dan mereka tertawa. Dan kawan yang lainpun berdatangan. Oleh-oleh yang dibawa dara yang cukup banyak itu tidak perlu waktu lama untuk kandas semuanya. Dan suasana riuh itu mereda setelah mereka kembali ke bangku kerja masing-masing. Dara masih menengok-nengok ke ujung sudut sana ketika suasan sudah normal k
    Read More
  • 27

    Jan

    Aku dan wanita manis itu (Part 10)

    Ridwan duduk di tempat tidur mewah itu. Dia meletakkan kalung unik itu begitu saja diatas kasur. Nampak raut keengganan ridwan untuk menanyakan hal ini walau sejak pagi tadi selalu jadi pertanyaan dikepalanya. Tapi sepertinya ridwan harus menanyakannya, karena sudah kali bibir manis dara menyebutkan nama itu. Kris. Ridwan diam sejenak, dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa apa yang akan dia tanyakan pada dara ini adalah tindakan yang benar dan tidak menjadi pemicu rusaknya malam pertama mereka. Dara adalah segalanya untuk ridwan, ingin rasanya melakukan apapun yang dara inginkan. Wajah lembutnya, senyum manisnya dan tidak banyak mengeluh dan suaranya saja selalu bisa membuat hati ridwa merasa tenang walau mereka berjauhan. Ya… ridwan memang tidak bekerja di jakarta. Perusahaan temp
    Read More
  • 23

    Jan

    Aku dan wanita manis itu (Part 9)

    Resepsi itu telah usai. Satu persatu para tamu pulang ke rumah mereka masing-masing. Tidak bisa dipungkiri bahwa apa yang terjadi ketika akad nikah tadi telah membuat pergunjingan antar keluarga dan para tamu yang hadir. Nama Kris sontak menjadi tenar di sekitaran keluarga dan sahabat Dara. Dara sedang membersihkan make up yang dia kenakan diruang hotel sekaligus tempat bulan madu mereka untuk malam pertama ini. Sebuah president suite room yang sangat mewah sedang mereka nikmati saat ini. Ridwan memeluk dara dari belakang. Dekapan lembut itu dan kecupan di kepala dara membuat dara sedikit sungkan dan tersenyum. “Kamu jauh lebih cantik jika tanpa make up sayang… jauh lebih cantik…” kata ridwan dengan mesranya. Dara kembali tersenyum. Tiba-tiba ridwan melepaskan d
    Read More
  • 23

    Jan

    Aku dan wanita manis itu (Part 8)

    Ruangan menjadi cukup riuh, dan aku masih berdiri dengan tangan menunjuk keatas. “Saya hanya mengutarakan apa yang saya rasakan pak… tapi saya harap keberatan saya tidak menghambat prosesi akad nikah ini, terima kasih…” kataku kencang agar terdengar oleh penghulu yg jauh didepan sana. Setelah itu aku berjalan keluar, aku tidak pedulikan pandangan orang padaku, rasa maluku sudah tertutup oleh rasa sakit hatiku atas semua ini. Dalam kepalaku hanya satu. Aku harus mengakhiri ini semua. Selamanya. Ini semua Karena wanita manis itu… Dara. aku menuju jembatan penyebrangan itu. Aku diam ketika sampai ditengahnya. Aku memandang jauh keujung jalan raya yang sangat terlihat berujung lancip, berusaha mengingat semuanya. Semua runutan kejadian hingga aku berada di jemb
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post