• 9

    Feb

    (Detektif Ali Ransel) Ranting Tak Berujung Part 3

    Romli duduk diatas bangku dan terlihat sangat tekun dalam mengerjakan sesuatu. Dia menulis sesuatu di kertas kecil dan menggulung kertas itu sekecil-kecilnya, sekecil mungkin lalu memasukkan kedalam mata kalungnya yang berbentuk pancing. Lalu dia menggengam mata pancing itu dan bergegas keluar kembali. Ibu Romli baru saja ingin masuk untuk mengatarkan minum, namun Romli hanya sempat menyeruput kopi pekat kesukaannya. Dan kembali pamit pada ibu tersayangnya. **** Ali memandangi lionting berbentuk mata pancing itu di meja kerjanya, dikepalanya sangat meyakini bahwa Romli tewas bukan karena kecelakaan seperti yang pihak kepolisian simpulkan, namun lebih kepada kasus terakhir yang dia dan Romli usut. Hai li… Kata suara lembut dibelakangnya. Ali menoleh, Rana sudah duduk bersandar di
    Read More
  • 6

    Feb

    ( Detektif Ali Ransel ) Ranting Tak Berujung Part 1

    Mata Ali tertuju pada tempat duduknya, selembar kertas sudah ada di atas mejanya, tepat didepan arah pandangnya. Dia mengambil Kertas yang di selotip dimeja itu setelah melempar Ransel lusuh dia membacanya. Mas Ali, ada seorang ibu yang sejak jam 7 pagi tadi menuggu di lobby, dia tidak mau bertemu siapapun kecuali masAli Sesaat Ali melihat jam tangannya, sebuah arloji jadul pemberian orang tuanya yang tanpa baterai. Jam 9.30 siang. Dia segera beranjak menuju lobby mengharap si ibu yang mencarinya masih ada. Ali menatap sekeliling, ada beberapa orang di lobby kantor Majalah Kriminal tempat dia bekerja. Satu tatapan bertemu dengan seorang ibu yang lusuh dan tidak enak dipandang. Ali mencoba melepaskan pandangan dari ibu tersebut dan sedikit berharap bukan dia yang mencarinya, namun ibu t
    Read More
-

Author

Search

Recent Post